Sabtu, 10 Oktober 2015

Teh Hitam terbukti mampu atasi serangan stroke

Stroke ringan atau Transient Ischemic Attack (TIA) merupakan gangguan fungsi otak akibat berkurangnya aliran darah menuju ke otak untuk sementara waktu, akibat tersumbatnya pembuluh darah.

Salah satu penyebab dari munculnya gejala stroke ringan adalah adanya akumulasi radikal bebas atau oksidan. Radikal bebas dapat menghancurkan sistem jaringan dan integritas DNA dalam tubuh kita. Kondisi ini menstimulus percepatan proses penuaan, penghancuran lever dan menyebabkan penyakit lainnya, termasuk stroke.

Setelah kemajuan industri, dan makin tingginya peluang terkena penyakit tersebut, orang-orang beralih ke pengobatan pencegahan, berupa minuman dari bahan natural. Salah satunya adalah mengkonsumsi minuman yang mengandung zat alami yang dapat mengurangi radikal bebas seperti teh hitam atau black tea.

Adapun teh, minuman kesehatan yang kini telah banyak dikonsumsi orang-orang sebagai salah satu upaya mencegah penyakit stroke. Di antara beberapa jenis teh, terdapat teh hitam yang mempunyai kandungan polifenol atau katekin yang sangat tinggi. Kandungan katekin dalam teh hitam inilah berfungsi sebagai antioksidan untuk menangkap radikal bebas dalam tubuh.

'Teh hitam atau black tea dibuat dari pucuk daun teh segar yang dibiarkan menjadi layu sebelum digulung, kemudian dipanaskan dan dikeringkan. Kandungan kafein alami dalam teh hitam dapat melindungi kulit yang rusak akibat sinar matahari dan mencegahnya berkembang menjadi kanker. Secara spesifik kafein meningkatkan kematian sel -sel kulit yang merupakan mekanisme alami bagi sel - sel itu sebelum berkembang menjadi kanker yang berbahaya.

Khasiat teh hitam diungkap Guru Besar Pangan dan Gizi Institut Pertanian Bogor (IPB) Prof Dr. Ali Khomsan MS dan ahli kesehatan jantung dr. Mohammad Taufik Spj. ''Memang benar teh hitam atau black tea mempunyai manfaat seperti menurunkan risiko kanker, mencegah jantung koroner, mencegah penuaan dan juga bisa menurunkan kadar kolesterol dalam darah".

Menurut Dr. RALPH Sacco dari Nothern Manhattan Stroke Study di Colombia Presbyeterian Medical Center, New York mengatakan dalam polifenol teh terdapat senyawa flavonoid yang mampu menghambat dan menurunkan kolesterol LDL serta mencegah penyumbatan arteri serta mampu menurunkan resiko serangan stroke dan jantung.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar