Tanaman penghasil teh (Camellia sinensis) pertama kali masuk ke Indonesia tahun 1684, berupa biji teh (diduga teh sinensis) dari Jepang yang dibawa oleh seorang berkebangsaan Jerman bernama Andreas Cleyer, dan ditanam sebagai tanaman hias di Batavia. F. Valentijn, seorang rahib, juga melaporkan tahun 1694, bahwa ia melihat tanaman teh sinensis di halaman rumah gubernur jenderal VOC, Camphuys, di Batavia.
Menurut sejarah, Teh diperkirakan ditemukan oleh seorang Kaisar Kekaisaran Cina bernama Shen Nung yang hidup sekitar tahun 2737 sebelum Masehi. Kaisar Shen Nung tidak hanya dikenal sebagai seorang kaisar, tetapi juga sebagai The Divine Healer (Sang Penyembuh dari Ilahi). Cerita penemuan Teh oleh Kaisar sendiri berawal dari ketidaksengajaan. Suatu hari Kaisar Shen Nung sedang memasak air dalam kuali di kebun istana. Secara tidak disengaja selembar daun Teh dari tanaman Teh yang ada di kebun Kaisar Shen Nung jatuh ke dalam air panas tersebut.
Bangsa Cina telah minum teh selama 5000 tahun untuk kesihatan dan kenikmatan. Asal mula teh pada awalnya masih merupakan legenda. Salah satunya adalah cerita tentang Kaisar Shen Nung. Pada suatu hari, ketika Kaisar Shen Nung akan minum air mendidih, beberapa daun dari pohon yang menjuntai tertiup angin dan jatuh ke panci berisi air rebusan yang tak menyerupai air tersebut. Sang Kaisar ingin tahu dan memutuskan untuk mencicipi air rebusan yang tak menyerupai minuman tersebut. Kaisar pun merasakan air itu sedap dan menyihatkan tubuh.
Pada awal abad ke-9, di Jepang seorang biarawan yang baru pulang dari pengembaraannya, bernama Dengyo Daishi membawa benih tanaman teh dari Cina. Sejak itu teh dikenali di Jepang.
Pada abad ke-17, pedagang dari bangsa Belanda dan Portugis pertama kali memperkenalkan teh ke Eropa. Bangsa Rusia merupakan penggemar awal teh di Eropa. Teh yang mereka bawa melalui jalan darat dari Cina memakai kereta yang ditarik oleh unta.
Pada abad ke-18 mulai berdiri pabrik-pabrik pengolahan (pengemasan) teh dan didukung VOC. Setelah berakhirnya pemerintahan Inggris di Nusantara, pemerintah Hindia Belanda mendirikan Kebun Raya Bogor sebagai kebun botani (1817). Pada tahun 1826 tanaman teh melengkapi koleksi Kebun Raya, diikuti pada tahun 1827 di Kebun Percobaan Cisurupan, Garut, Jawa Barat. Dari sini dicoba penanaman teh dalam skala luas di Wanayasa (Purwakarta) dan lereng Gunung Raung (Banyuwangi).
Teh ini digunakan baik sebagai bagian dari hidangan maupun obat-obatan herbal. Salah satu kegunaan Teh hitam yang pertama kali diketahui ialah sebagai penyembuh luka dan mengontrol pendarahan.
Kini,lebih dari 3,5 milyar cangkir teh diminum setiap hari di seluruh dunia. Teh dikonsumsi setiap hari karena berbagai manfaatnya untuk kesehatan. Bahkan Teh Hitam Indonesia menempati urutan ke 3 terbaik di dunia!
Teh hitam terbaik di dunia di hasilkan di India ( Assam Darjelling dan Nilgiri ), Sri Lanka ( Ceylon dan China ). Di negara - negara barat hampir 80% penduduk di negara tersebut terbiasa mengkonsumsi teh hitam. Khususnya di Amerika, penduduk disana pecinta teh hitam hampir mencapai lebih dari 90%.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar